Standard IEEE 802.5
( token ring)
Jaringan ring telah lama dan
digunakan untuk LAN maupun WAN. Ring merupakan kumpulan link point to point
yang membentuk sebuah lingkaran. Link point to point melibatkan teknologi yang
sudah dikenal baik dan terbukti dilapangan dan dapat dioperasikan pada
twisted-pair, kabel koaksial, dan serat optik. Rekayasa ring juga hampir
seluruhnya digital, sedangkan, misalnya 802.3 memiliki komponen analog penting
untuk deteksi tabrakan. Ring juga adil dan memiliki akses saluran yang baik.
Dengan alasan-alasan ini IBM memilih ring sebagai LAN-nya dan IEEE telah
memasukkan standard token ring sebagai 802.5. Token-Ring berbasis standar IEEE
802.5 dan beroperasi pada 4 atau 16 MBps. Dengan Token-Ring, devais network
secara fisik terhubung dalam konfigurasi ring dimana data dilewatkan dari
devais ke devais secara berurutan. Sebuah paket kontrol, yang dikenal sebagai
kontrol token, juga dilewatkan dalam ring. Devais yang ingin mentransmit data
akan mengambil token, mengisinya dengan data dan dikembalikan ke ring. Devais
penerima akan mengambil token tersebut, lalu mengosongkan isinya dan
dikembalikan ke ring. Protokol ini mencegah terjadinya kolisi data dan
menghasilkan performansi yang lebih baik pada penggunaan high-level bandwidth.
Ada tiga tipe pengembangan dari
Token Ring dasar: full duplex, switched dan 100VG-AnyLAN. Token Ring Full
Duplex menggandakan bandwidth yang tersedia bagi devais pada network. Switched
Token Ring menggunakan switch yang mentransmisikan data antara segmen LAN,
tidak antara devais LAN tunggal. Standar 100VG-AnyLAN mendukung format Ethernet
dan Token Ring pada kecepatan 100 MBps.
** kelebihan
- Rekayasanya cukup mudah dan
dapat berbentuk sepenuhnya digital
- Ring-ring dapat dibentuk
dengan menggunakan tranmisi dari mulai carrier yang sederhana sampai serat
optik secara virtual
Tidak ada komentar:
Posting Komentar